Perkembangan Low Cost Carier Di Dunia


Model penerbangan LCC (low cost carrier) waktu ini sedang berkembang pesat di dunia. Lewat tawaran pelayanan yg unik, nyaris seluruh orang bakal terbang bersama nyaman ke bermacam macam destinasi, tidak dengan mesti membayar budget yg tinggi. Inilah sekian banyak wilayah di dunia beserta maskapainya yg adalah perintis penerbangan low cost carrier :

Asia
Pertumbuhan penerbangan low cost carrier diawali bersama munculnya AirAsia yg menciptakan perkembangan maskapai di Asia Tenggara jadi pesat sejak thn 2000. Berbasis di Malaysia, AirAsia jadi fasilitas angkutan mutlak lantaran menciptakan tidak sedikit orang yg pada awal mulanya mempunyai anggapan bahwa pesawat terbang merupakan fasilitas angkutan mewah, tapi akan terbang ke bermacam macam negeri di Asia Tenggara dgn gampang & praktis. Kesuksesan AirAsia menciptakan tidak sedikit maskapai LCC baru bermunculan, seperti Tiger Airways Singapura. Tak cuma rute Asia Tenggara saja, maskapai ini serta sekarang sudah mengakses rute ke Eropa, lewat AirAsia X.

Inggris
Heathrow Airport di London merupakan bandara tersibuk & jadi penghubung transportasi paling mutlak didunia. Tatkala sekian banyak dekade, bandara ini dioperasikan oleh maskapai penerbangan mahal. Hasilnya terhadap th 70-an, Heathrow Airport ditantang oleh Freddie Laker yg mengakses penerbangan LCC ke Amerika Serikat lewat pesawat Skytrain. Menonton perkembangan pesat penerbangan low cost carrier di Inggris menciptakan dua maskapai baru hadir terhadap thn 90-an, Easyjet & Ryanair. Ke-2 maskapai ini mengakses kembali bandara Stansted yg pada awal mulanya diabaikan di London, & menciptakan keduanya bersaing seperti mengakses rute penerbangan yg sama. Sekarang Ini keduanya menawari penerbangan dgn budget yg murah ke banyaknya maksud mutlak di Eropa.

Amerika
Revolusi penerbangan murah perdana kali dimulai di Amerika Serikat lewat maskapai Southwest yg berbasis di Dallas, Texas. Terhadap thn 1973, Southwest Airlines membuktikan bahwa penerbangan LCC teramat menguntungkan. Elemen ini juga diyakinkan oleh mantan pengacara CEO Southwest Airlines, Herb Kelleher, yg menyebut bahwa penerbangan low cost carrier teramat pantas diberlakukan. Di Amerika Serikat sendiri, Southwest Airlines jadi maskapai penerbangan paling besar & ke-2 dalam skala dunia. Tapi hingga dikala ini, Southwest Airlines belum mempunyai konsep mengakses rute internasional.

Maskapai low cost carrier disaat ini makin tidak sedikit bermunculan utk memenuhi tingginya ketertarikan penumpang yg mau jalankan perjalanan memanfaatkan pesawat terbang. Bersama begitu, sekolah penerbangan buat membuahkan tenaga pilot ahli juga dapat senantiasa dibutuhkan. Tujuannya tidak lain utk menciptakan profesi ini jadi salah satu profesi yg paling menjanjikan utk diwaktu ini & hari esok. Menjadi, bagi Kamu yg mau berkarir jadi pilot mahir & profesional, sekarang ini saatnya menyiapkan diri & mencari sekolah tinggi penerbangan di Indonesia yg memberikan pelatihan paling baik buat Kamu.

Susi Pudjiastuti Dalam Dunia Avasi

Dunia penerbangan nusantara pantas berbangga. Menjelang akhir th 2014, salah satu penggiat berhasil di sektor aviasi, jadi salah satu pembantu Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Susi Pudjiastuti, nama ini pastinya tidak asing lagi ditelinga kita seluruh. Susi yg pada awal mulanya ialah seseorang pengepul ikan & cuma berijazahkan Sekolah Menengah mula-mula(SMP), terpilih jadi Menteri Kelautan & Perikan musim 2014-2019.



Tak cuma di dunia perikanan, nama Susi Pudjiastuti menggema, factor yg sama pula berjalan di dunia penerbangan. Susi serta dikenal juga sebagai pembisnis ulung di bagian penerbangan dgn maskapai penerbangan yg dimilikinya. Keberhasilan Susi didunia penerbangan berawal dari th 2004 dulu. Terhadap ketika itu, Susi didapati membeli satu buah pesawat Cessna Caravan juga sebagai pesawat pengangkut utk perusahaan perikanan yg dimilikinya.

Sejarah Tsunami Aceh kepada 26 Desember 2004, jadi titik tolak perubahan business bagi perempuan yg mempunyai tiga anak tersebut. Dgn pesawat miliknya, Susi sukses memberikan pertolongan terhadap para korban bencana tsunami tersebut. Pesawat milik Susi juga jadi yg mula-mula mendaratkan pertolongan di ruangan bencana. Selang berapa lama sesudah memberikan pertolongan, permohonan dari bermacam pihak buat menyewa pesawat miliknya serta berdatangan. Pesawat milik Susi juga hasilnya disewakan buat mengambil pertolongan terhadap para korban Tsunami Aceh. Sampai saat ini Susi juga mempunyai lebih kurang 50 pesawat komersil buat penerbangan perintis.

Keberhasilan Susi di sektor penerbangan ini, pastinya bakal jadi pelajaran bagi seluruhnya pihak yg bersinggungan di dunia penerbangan nusantara. Bagi Perkasa Flight School, pastinya mengharapkan terwujudnya pilot-pilot paling baik Indonesia & jadi tuan rumah di negara sendiri. Bersama pelatihan yg terstruktur, Perkasa Flight School dapat melahirkan pilot-pilot mahir dalam dalam waktu satu th.

Sistem Navigasi : VOR

Navigation Series 1: VHF (Very High Frequency) Omnidirectional Range 
VOR adalah salah satu alat bantu navigasi yang memancarkan gelombang radio pada frekuensi VHF yg terdiri dari kode morse dari stasiun pemancar tersebut dan gelombang yang memungkinkan sebuah pesawat untuk mengetahui arah terbang (magnetic bearing) dari stasiun pemancar terhadap pesawat. Dengan mengetahui magnetic bearing ini, pilot dapat melakukan navigasi dari titik A ke titik B dengan akurat. Magnetic bearing ini adalah yang biasanya disebut sebagai radial. Radial selalu diukur dari stasiun VOR ke pesawat.
Cara kerja dari VOR secara sederhana adalah sebagai berikut: ada dua frekuensi yang diterima pesawat ketika tune-in ke suatu VOR station, satu frekuensi adalah frekuensi acuan dan yang lain berbeda-beda di setiap arah. Beda dari dua frekuensi ini yang menentukan radial dari VOR station tersebut


.Ada empat komponen penting dari VOR indicator:
A. Rotating Course Card
B. Omni-Bearing Selector (OBS)
C. Course-Deviation Indicator (CDI)
D. To-From indicator
Mengacu pada gambar di atas, dapat dilihat bahwa pesawat sedang menuju (inobound – seperti ditunjukkan oleh panah D) VOR dan pada heading 3450. Karena radial selalu diukur dari stasiun VOR, maka kita sebut kita sedang berada pada posisi radial 165 (345-180=165) inbound VOR.
Apa gunanya CDI? 
Seperti kalau nyetir mobil, kita harus nyetir di jalur yg sudah ditetapkan, terbang dengan pesawat juga ada ’jalur’ nya. Jalan raya di udara ini, namanya airways, yg umumnya kita sekarang kenal dengan W13, W33, W45, G575, dst. Airways ini umumnya dibuat berdasar kepada radial tertentu dari sebuah VOR, misalnya airway A585 itu adalah radial 330 dari CKG (113.6). Untuk lengkap nya data airways ini, silahkan lihat di en-route chart.
Mari kita ambil contoh, sekarang kita harus mengintercept airway X, yaitu radial 165 inbound VOR A. Bagaimana cara kita melakukan nya?


Garis merah ada airway X dan lingkaran biru menunjukkan VOR A. Karena kita mengintercept radial 165 dan posisi kita menunjukkan kita sedang inbound ke VOR itu, berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan:
1. Set OBS course ke 345, karena ini menujukkan bearing yang akan kita ambil.
2. Setelah itu, kita bisa confirm dari To-From indicator kalau kita sedang terbang menuju ke VOR.
3. Perhatikan CDI needle. Needle yg ada di sebelah kiri garis tengah menunjukkan kalau R-165 masih ada di sebelah kiri kita (dan tentu begitu juga dengan kebalikannya)


4. Belok kiri untuk intercept radial tersebut. Semakin dekat kita dengan radial tersebut, semakin dekat needle nya dengan garis tengah VOR indicator. Setelah intercept, tinggal belok kanan 345 untuk berada di R-165 inbound VOR tersebut. 
5. Jaga supaya needle nya tetap berada di tengah, dan anda berada di jalur yang tepat.
Seberapa banyak saya harus belok untuk intercept radial itu? 

Sebagai suatu pedoman (rule-of-thumb), kita biasanya meng-intercept¬ VOR dengan 300 angle of intercept. Misalnya kita sedang di heading 360 dan kita mau meng-intercept radial 165 inbound VOR A. Posisi kita sekarang menunjukkan kita ada di sebelah kanan VOR. Jadi yang harus kita lakukan adalah belok kiri ke heading 315 (345-30=315) untuk meng-intercept R-165 tersebut.
Selamat bernavigasi dengan VOR!

Fakta Menarik Tentang Pilot Yang Tidak di Ketahui Penumpang

Kali ini saya coba berbagi mengenai fakta seputar Pilot yang saya dapat dari internet. Berikut adalah Fakta Menarik Tentang Pilot Yang Tidak di Ketahui Penumpang..
1. Pilot stres jika kekurangan bahan bakar

Kehabisan bahan bakar ketika anda menaiki sebuah bus atau kendaraan di darat mungkin hal yang biasa. Kepanikan pun tidak akan berlangsung lama jika sang supir dengan cepat bisa menemukan pom bensin terdekat.

Namun apa jadinya jika hal itu terjadi pula kepada seorang pilot?. Mereka akan sangat stress ketika bahan bakar pesawatnya menipis, sementara perjalanan masih jauh. Hal ini bisa karena terjadi akibat cuaca buruk atau penundaan keberangkatan.

“Saya sering bekerja dalam tekanan saat terbang dengan bahan bakar yang lebih sedikit. Masalahnya, jika tiba-tiba ada delay dan badai, lalu bahan bakar di pesawat tinggal sedikit, mau tak mau kami mendarat di bandara alternatif,” kata seorang pilot dari maskapai besar.

2. Pilot pantangan memberi tahu hal buruk kepada penumpang

Dalam berbagai keadaan, sang pilot akan lebih berkonsentrasi bagaimana mengatasi masalahnya dari pada memberitahu kepada penumpang jika pesawatnya mengalami masalah. Hal ini dilakukan agar para penumpang tidak panik dan tidak memberikan rasa takut kepada para penumpang.

“Kami hanya memberi tahu hal-hal yang perlu penumpang tahu. Kami tidak akan mengatakan hal-hal yang akan menakuti para penumpang. Jadi, Anda takkan pernah mendengar saya berkata ‘Bapak dan ibu yang terhormat, pesawat baru saja mengalami gagal mesin’ walau pada kenyataannya benar adanya,” ujar Jim Tilmon, pensiunan pilot American Airlines.

3. Pilot berbohong soal lama perjalanan 

“Saat pengumuman, kami biasanya menambahkan durasi dari yang seharusnya. Jadi misal durasi penerbangan adalah 1 jam 45 menit, kami akan mengatakan akan berlangsung selama 2 jam. Tujuannya, agar kami bisa tetap hadir dalam waktu yang tepat,” ujar seorang Kapten Pilot AirTran Airways.

4. Di landasan pendek, pendaratan tak mungkin mulus

“Pada beberapa landasan yang pendek, Anda takkan bisa mendapat pendaratan yang mulus tak peduli betapa jago pilotnya,” ungkap Joe D’Eon, pilot dari maskapai besar.

5. Dalam beberapa kasus, penerbangan delay karena pilot

Pilot juga manusia biasa. Mereka terkadang tidak mendapatkan fasilitas makan pagi atau siang dari kantor tempat mereka bekerja. Alhasil mereka terpaksa mencari makan sendiri. Tidak jarang penerbangan delay gara-gara hal sepele seperti itu.

“Kadang, maskapai tidak memberi kami makan pagi atau makan siang, atau bahkan waktu untuk makan. Jadi kami harus menunda penerbangan barang sejenak agar kami bisa makan,” ujar seorang pilot dari maskapai regional.

6. Jam kerja pilot mirip supir truk

"Kenyataannya, kami sangat kelelahan. Peraturan kerja kami memperbolehkan pilot bekerja selama 16 jam nonstop. Durasi demikian bahkan lebih panjang dibanding supir truk. Tidak seperti supir truk yang bisa berhenti di rest area untuk istirahat, kami tidak bisa berhenti di udara untuk melepas lelah," ungkap kapten pilot dari maskapai besar.

Berikut adalah beberapa fakta seputar Pilot yang saya dapat dari sumber di internet. :)
sumber : http://ardiyafardhanprayoga.blogspot.com/2013/09/fakta-menarik-tentang-pilot-yang-tidak.html